Tuesday, December 30, 2014

Sekolah tidak Menyeramkan

Ferlina

               Heloooo gaeees ketemu lagi nih dalam artikel terbaru saya. Mungkin kalian sedikit merasa bosan akan kehadiran coretan saya yang temanya lagi-lagi adalah sekolah non formal . Ya ini memang menjadi acuan utama saya dalam menulis artikel di blog ini. Dalam coretan kali ini saya akan mengupas kembali tentang fenomena sekolah yaitu sekolah alam.
            Sekolah, apa yang ada di benak kalian tentang tempat tersebut? Tentunya banyak sekali pikiran pikiran kalian dari mulai tempat menuntut ilmu yang menyenangkan sampai dengan tempat mengerikan yang selalu menuntut seorang siswa untuk melakukan metode pembelajaran yang berbeda dan mudah dimengerti saat ini telah ada di Indonesia namanya sekolah alam. Sekolah ini menjawab keresahan para orang tua terhadap masa depan dan cita cita anaknya tidak seperti sekolah formal yang identik dengan persaingan, mengutamakan nilai dan ranking belum banyak yang sadar bahwa perkembangan intelektual dan mental murid tidak hanya dibentuk didalam kelas saja, disekolah alam mereka diajarkan berbagai pengetahuan tentang alam sekitar dengan bahasa yang sederhana menyesuaikan alam sekiatar dengan bahasa yang sederhana menyesuaikan alam pikiran mereka.
Dengan metode bersama alam, akan memudahkan penalaran siswanya untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan kehidupan sehari hari. Mereka akan lebih tahu dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan belajar dan mengajar dilakukan didalam dan diluar kelas. Akan tetapi lebih mengutamakan diluar kelas. Karena jaman semakin berkembang . Tentunya sekolah ini juga mengikuti perkembangannya dibidang teknologi dan informasi, disekolah alam terdapat juga lab computer sebagai sarana edukasi mereka serta perpustakaan seperti sekolah formal lainnya terdapat extrakurikuler juga seperti basket, teater, pencak silat, futsal,dll. Ada banyak kegiatan yang dilakukan di luar kelas salah satu kegiatan yang dilakukan diberi nama sensus tanaman.

Di sekolah alam siswa diberikan kenyamanan lebih karena model pembelajarannya lebih kembali kepada siswa. Materi yang akan diajarkan pula mengikuti kemauan siswa, namun tetap dalam bimbingan guru. Jadi sekolah itu tidak menyeramkan seperti yang di televise-televisi. Sekolah terasa menyenangkan asal siswa merasa nyaman akan lingkungan di sekolah tersebut.

No comments:

Post a Comment