Wednesday, December 17, 2014

Pendidikan Karakter Rasa Ingin Tahu

Adidtia Ari Kuncoro

        Rasa ingin tahu adalah suatu emosi yang berkaitan dengan perilaku ingin tahu seperti eksplorasi, investigasi, dan belajar, terbukti dengan pengamatan pada spesies hewan manusia dan banyak. Istilah ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan perilaku itu sendiri disebabkan oleh emosi rasa ingin tahu. Seperti emosi “Rasa ingin tahu” merupakan dorongan untuk tahu hal-hal baru, rasa ingin tahu adalah kekuatan pendorong utama di balik penelitian ilmiah dan disiplin ilmu lain dari studi manusia.
Anak pada usia 10- 12 tahun atau kelas IV-VI ini sudah mulai mampu mengunakan berpikir logisnya.Dikarenakan mereka sudah menguasai matematika,harapanya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Misalnya berapa lama perjalanan ke sekolah,berapa rupiah  uang saku yang dikumpulkan dalam seminggu.Termasuk mereka dapat dajak bicara dan diberi pengertian tentang arti penghematan dalam keuangan keluarga lantaran orang tuanya mengalami kesulitan keuangan.
                                                              
            Pada usia ini anak memiliki kemampuan memecahkan masalah dan mengemukakan  pendapat dalam bentuk dugaan …jika begini nanti mungkin begitu”.Karena itu pengalaman belajar disekolah memiliki daya pengaruh yang dalam perkembangan kognitif anak .Anak juga memiliki perasaan ingin bersaing menjadi yang terbaik atau sense of competition karena mereka harus menyesuaikan aktifitasnya terhadap target prestasi akademik maupun tuntutan disekolah.Tugas guru adalah mengaitkan ilmu pengetahuan yang diajarkan. Karena itu kemampuan guru dalam melaksanakan tugas diwujudkan dalam kecakapan berkomunikasi terutama interaksi dikelas yang dapat terciptanya suasana belajar dan mengajar yang kondusif.

      Sekolah semestinya dapat menyediakan media pembelajaran yang memungkinkan anak menemukan jawaban dari rasa ingin tahunya ,mulai dari alat peraga,sampai ICT dan laboratorioum .Sehingga anak dapat belajar melalui pengalaman  belajarnya experiential learning..mulai dari penginderaan sampai konsep berpikirnya. Anak diberi kesempatan untuk memanfatkan media belajar tersebut guna bereksplorasi dalam pengembangan rasa ingin tahu,pendidikan,science dan budaya.

        Suasana kelas dapat membuat siswa bertanya tentang materi pelajarannya  termasuk keberanian menyampaikan temuan konsep ilmu yang baru saja didapat dari membaca.Menanyakan sesuatu  tentang kondisi social lingkungan yang terjadi serta dapat menanyakan kepada guru tentang info terkini yang didapat nya dari berbagai sumber Koran ,radio TV atau teman dijejaring sosialnya.

Sikap guru dalam menumbuh -kembangkan karakter rasa ingin tahu anak adalah :

Pertama:Tidak jarang guru juga kewalahan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh siswa cerdas terutama dengan ilmu pengetahuan terkini yang didapat siswa dari berbagai sumber . Maka seorang guru tidak boleh melarang siswa banyak bertanya,membentak dan menyuruh anak diam lantaran guru merasa lelah dan gerah karena tidak  bisa menjawab pertanyaan siswa.

Kedua;Bersikaplah terbuka dan berpikir positif kepada sswa yang bertanya ,karena dengan siswa bertanya mereka menjad belajar.Jika anda tidak bisa menjawab katakan terus terang ketidak tahuan anda selanjutnya bersama anak mencari jawabannya. Hal ni merupakan dasar dari learn how learn bagi anak berusaha mencari tahu dengan cara belajar. Sekaligus perilaku ini membuat anak menaruh respek , tidak mengurangi rasa hormat dan sayang kepada gurunya.

Ketiga : ajaklah menggunakan sumber referensi belajar yang jelas dan dapat dipercaya untuk mencari jawaban seperti RPUL,RPAL,Ensklopedi, perpustakaan sampai menggunakan internet. Terutama  untuk internet dengan memberkan alamat situs yang jelas atau kejelasan data yang dibutuhkan.Misalnya :Fenomena alam untuk IPA SD dsb. Agar anak dapat menemukan segera sumber data yang dimaksud dan tidak “tersesat ..jalan”

Anak pada usia 10-12 tahun sudah dapat merencanakan tindakan secara terorganisasi termasuk menggunakan pengetahuannya untuk melaksanakan rencana tindakannya itu


No comments:

Post a Comment