Sunday, December 28, 2014

Budaya Pacaran Ber-Asaskan Pancasila

Rohmat Mufhlikul Huda

Pacaran??? Pasti selalu diidentikkan dengan hal-hal yang negatif. Ketika anak muda bilang, “pasti malu jika ditanya teman belum punya pacar”, namun bertentangan dengan orang tua yang merasa dirinya sudah banyak makan asam garam dunia selalu mengatakan, “buat apa pcaran, pacaran hanya akan membuat hidupmu terkekang oleh pasanganmu, lebih baik berpendidikannlah yang benar, mak akan lebih bangga!!!”. Yah, itu sebagian cerita dari teman saya.
Namun dengan mendengar hal tersebut, saya menjadi berfikir bagaimana menjadikan mainside atau pandangan orang mengenai pacara menjadi lebih positif. Muncullah pemikiran saya yaitu pacaran dengan menerapkan dan mengamalkan Asas Pancasila. Wah bagaimana??? Kita mulai satu per satu saja ya.
1.         KETUHANAN YANG MAHA ESA
Orang ketika pacaran dapat dipastikan perihal yang lebih dekat dengan kedua pasangan tersebut adalah maksiat, tapi kenapa sepasang kekasih yang sedang berpacaran tidak mencoba untuk mengarahkan hubungannya ke tingkat yang lebih religius. Contohnya, ketika sudah masuk waktu sholat, dan salah satu ada yang belum sholat yang satu mengingatkan. Contoh lain, ketika salah satu dari pasangan tersebut ini mencium atau memeluk, salah satunya mengingatkan dengan bilang, “Sayang, ingat PANCASILA sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi ingat sama Allah Yank, kita belum Muhrim jadi belum boleh berpelukan dan berciuman”. Hehe J

2.         KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Pacaran tidak selalu diidentikan dengan pergi ke tempat-tempat yang dalam artian Exclusive, atau bisa dikatakan tempat hiburan lebih gampangnya. Namun, sebagian besar pasangan yang pergi ketempat hiburan seperti itu, mereka hanya mementingkan dirinya dan pasangannya semata. Namun sesekali cobalah ketika berpacaran untuk  pergi ketempat-tempat yang lebih bermanfaat, seperti panti asuhan, tenda pengungsian korban bencana alam, ataupun tempat rehabilitasi, jadi walaupun berpacaran tetap jiwa kemanusiaannya itu tetap ada gitu lho,,

3.         PERSATUAN INDONESIA
Ketika sepasang kekasih menjalin hubungan tentulah tidak selalu mulus, akan tetapi pasti juga mengalami banyak permasalahan (konflik). Bahkan konflik tersebut jika berkepanjangan terus-menerus akan menghasilkan sebuah keputusan yang disadari bersama yaitu “Putus”. Namun jika sepasang kekasih itu mengamalkan sila Pancasila khususnya sila ke 3, pasti kejadian “putus” tidak akan pernah terjadi, karena ketika sepasang kekasih ada masalah atau kesalahpahaman maka salah satu pasangan harus mengingatkan dengan berkata, “Yank, tidak usahlah kita marah-marahan seperti ini, ingat sila ke 3 dari Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, jadi harus dan wajib hukumnya kita untuk selalu bersatu dan tidak bercerai berai”. Ciyee,,

Untuk Sila ke empat dan ke lima dipikir dulu ya guys, soalnya khusus kedua sila itu jarang terjadi pada sepasang kekasih yang berpacaran. Namun, saya menekankan disi bahwa ketika kita memilih jalan untuk berpacaran, janganlah sekali-kali melupakan kewajiban yang telah kamu lakukan sebelumnya. Jika pacarmu lebih buruk dari kamu akhlaqnya maka tuntunlah dia hingga ke jalan musliimah. Jika pacarmu lebih baik akhlaknya daripada kamu, maka contohlah dan jangan kamu memintanya untuk mengikuti keburukanmu.
Sekian,,, hehehehe, wassalamu’alaikum J

No comments:

Post a Comment