Saturday, December 27, 2014

Anak Karbitan

 Rohmat Mufhlikul Huda

Pernahkah anda melihat sinetron???, jawbannya sudah pasti sering, hehe. Tapi pernahkah anda berfikir ketika melihat sinetron anak anda juga melihatnya???. Ya, hal ini sangat mungkin terjadi karena setiap keluarga akan memiliki waktu berkumpul bersama atau sering disebut Quality Time ini ketika malam hari. Dan berita buruknya, terkadang ibu-ibu ketika malam hari lebih sering menonton sinetron daripada menonton yang lainnya. Anggapan mereka menyebutkan bahwa,”malam hari adalah waktunya nonton sinetron”, apakah ibu anda juga seperti itu???
Jika memang ibu anda merupakan salah satunya, mulai sekarang beritahulah ketika menonton sinetron janganlah adik kamu yang berusia antar 5-8 tahun berada disampingnya. Karena apa? Usia-usia itu merupakan tahapan usia meniru, jadi apa yang dilihatnya akan diterimanya dan lebih parahnya akan di tiru.
Hal ini terjadi pada keponakan saya yang masih berusia 6 tahun. Ketika dia menonton televisi pada malam hari khususnya, dia lebih sering menonton sinetron yang dapt dikatakan tidak untuk anak-anak dengan usia segitu. Dan parahnya lagi ketika saya mencoba untuk mengganti tayangan acaranya menjadi acara anak-anak hal yang terjadi apa??? Dia menangis dan berusaha menggantinya dengan acara sinetron tadi. Wah,,, saya sendiri jadi heran.
Yang saya takutkan lagi bukan hanya itu, cara ngomongnya sama sekali tidak mencerminkan anak dengan usia 6 tahun, akan tetapi lebih mirip dengan orang dewasa. Dan lebih parahnya lagi, keponakan saya sudah mengerti dan paham bener masalah “PACARAN”, masalah cinta-cintaan, jadi ketika disinetron ada adegan sepasang kekasih, contohlah sinetron GGS (Ganteng-ganteng Serigala) yaitu saat Diego dan Sisi sedang berduaan atau lagi pacaran, keponakan saya malah senyum-senyum sendiri dan seolah-olah paham dengan yang dilakukan pasangan tersebut. waduhhh bahaya,,,
Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa, tayangan yang diberikan kepada anak juga mempengaruhi tumbuh kembangnya. Artikel ini memang tidak memberikan banyak solusi terhadap permasalahan tersebut, akan tetapi kejadian pada artikel ini bisa di jadikan sebagai acuan agar anak-anak anda tidak menjadi semacam keponakan saya tadi. Dan khusus untuk orang tua, mulailah untuk memilih-milih tayangan yang akan ditonton ketika sedang berada di samping putra-putri anda. Karena apa, hal yang biasa di tonton anak anda, itu lah yang akan sering dilihat dan nantinya ditiru oleh anak anda.

 

No comments:

Post a Comment