Monday, December 15, 2014

Derita Lagu Anak-Anak

Rohmat Mufhlikul Huda

Entah kita sadari atau tidak, anak-anak kecil penerus masa depan bangsa telah kehilangan sebagian kesenangan yang seharusnya mereka dapatkan. Kehilangan kesenangan tersebut lantas memunculkan berbagai anggapan bahwa, perkembangan seorang anak nantinya tidak dapat berkembang secara normal. Kita sering mendengar istilah dewasa sebelum waktunya, atau anak karbitan. Istilah tersebut agaknya tidak salah jika kita menengok perkembangan anak-anak kecil dimasa sekarang, salah satu contohnya adalah, lebih seringnya mereka menyanyikan lagu yang tidak sesuai dengan umur sekaligus makna dari lagu tersebut.
            Kali ini yang menjadi fokus kita adalah Lagu anak-anak yang kini mulai hilang di telan zaman. Perkembangan lagu dimasa sekarang memang sangatlah bagus bila dilihat dari sisi industri, akan tetapi akan berbanding terbalik jika dilihat dari siapa yang menyanyikan lagu tersebut atau siapa yang menikmati lagu tersebut. Tak jarang, sebuah lagu memiliki makna yang dimana hanya dikususkan untuk orang-orang dewasa, akan tetapi lagu tersebut juga dinyanyikan oleh anak-anak kecil dan itu menjadi rancu sekaligus sumbang. Karena apa? Jelas, seorang anak yang masih dalam masa pengawasan oleh kedua orang tuanya seharusnya menikmati lagu yang dapat membangun karakternya, bukan malah memberikan lagu yang dapat menurunkan nilai pendidikan karakter itu sendiri.
            Kemana lagu anak-anak??? Itulah yang menjadi pertanyaan besar kita. Jika kita ingat di tahun 2000-2005 lagu anak-anak sangatlah laris dan sangat populer di kalangan masyarakat. Lagu anak-anak pada masa itu juga memberikan pengaruh yang positif terhadap tumbuh kembang anak. Namun akhir-akhir ini lagu anak-anak sangatlah jarang terdengar lagi di masyarakat, bahkan di televisipun sudah jarang yang menayangkan video ataupun lagu anak-anak, yang ada hanyalah tayangan acara musik dan itu hanya memberikan atau memperdengarkan lagu-lagu yang kurang memberikan pendidikan, khususnya pendidikan karakter bagi anak.

            Pekerjaan Rumah (PR) yang sangat besar bagi kita, dan sangat penting untuk cepat diselesaikan, persoalan semacam ini haruslah mendapat penanganan yang juga serius dari semua pihak, tidak hanya Pemerintah, Komisi Perlindungan Anak, Komisi Penyiaran Indonesia, akan tetapi hal ini juga menjadi PR besar bagi seluruh bangsa Indonesia. Bagaimana kita bisa menciptakan sekaligus menghidupkan lagu anak-anak yang nantinya dapat mengurangi resiko tumbuh kembang anak yang dewasa sebelum waktunya. Semoga ada sumbangsi meskipun hanya hal kecil yang kita perbuat, akan tetapi dapat memiliki manfaat bagi perkembangan anak-anak di Indonesia sebagai garuda penerus bangsa. 

No comments:

Post a Comment