Sunday, December 21, 2014

Pengaruh Buruk Sosial Media Bagi Moral Remaja

Ahmad Ghilman

           Indonesia tercatat sebagai pengguna Facebook kedua terbesar di dunia, setelah negara Amerika Serikat. Indonesia juga memiliki pengguna Twitter ketiga terbanyak. Bukan hal yang aneh jika Indonesia menduduki peringkat tinggi dalam penggunaan media sosial. Jumlah penduduk yang besar dan sifat konsumtif orang Indonesia menjadi faktor mengapa situs sosial media ramai dikunjungi pengguna dari Indonesia.
Menimbang dampak dari sosial media, tentu saja ada banyak dampakbaik maupun buruk dalam penggunaan sosial media. Dampak baiknya adalah sosial media mempermudah kita untuk berkomunikasi dengan teman. Kita dapat berkomunikasi dengan cepat dengan berbagai orang dari seluruh penjuru dunia tanpa dibatasi ruang dan waktu.
           Sosial media memang benar-benar menjadi aktivitas yang tidak terpisahkan dari gaya hidup para remaja. Kebutuhan sosial media terasa sangat kuat bagi remaja yang tidak ingin dicap gaptek. Sayangnya hal inilah yang menimbulkan dampak dampak buruk dari sosial media tidak bisa kita anggap remeh. Terutama penggunaan sosial media di kalangan remaja.
Saat ini para remaja tidak bisa lepas dari perangkat gadgetnya dimanapun ia berada. Sosial media seakan menjadi kebutuhan primer yang harus terpenuhi. Smartphone menjadi barang wajib yang harus dibeli. Tidak heran jika smartphone begitu laris di pasaran.
             Kehidupan sosial adalah yang paling banyak memiliki dampak dari hadirnya sosial media. Sering kita temui remaja yang acuh pada lingkungan sekitar dan lebih sibuk mengurusi urusan dunia maya-nya. Tentu saja ini adalah kecacatan sosial remaja. Mereka sudah tidak lagi menganggap penting orang berada di sebelahnya. Tidak berlebihan jika ada yang berkata sosial media mendekatkan orang jauh dan menjauhkan orang yang dekat.
               Dampak buruk selanjutnya adalah moral para remaja.Banyak pengguna memasang foto pribadinya di dunia maya. Sebagian foto tersebut bahkan ada yang tidak pantas untuk dilihat orang lain. Fenomena narsis di dunia maya seakan menjadi hal yang biasa, ketika banyak remaja yang berlomba-lomba memajang foto pribadinya. Para remaja bahkan tidak segan memajang foto yang tidak senonoh di akunnya.
Akibatnya saat ini banyak sekali kasus kejahatan yang terjadi di dunia maya. Berawal dari melihat foto, kemudian pelaku memiliki niat buruk pada calon korban. Terjadilah berbagai kejahatan seperti pemerkosaan, pemerasan dan lain sebagainya.
             Memang sosial media memiliki efek positif bagi kehidupan saat ini. Hanya saja banyak pengguna masih menganggap remeh efek buruknya. Berbagai upaya pencegahan harus dilakukan untuk mencegah akibat buruk dari penggunaan sosial media. Pendidikan saat ini harus mampu, mau tidak mau, untuk mengcounter hal tersebut. Orangtua juga diharapkan memiliki kepedulian yang besar pada dunia sosial media si anak. Semua itu adalah upaya agar anak tidak terjerembab pada buruknya sosial media.

No comments:

Post a Comment