Monday, December 15, 2014

Pendidikan Karakter Toleransi

             Adidtia Ari Kuncoro

          Salah satu tujuan pendidikan adalah menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing di dunia nyata. Kompetensi yang dimaksud yaitu kompetensi di bidang ilmu pengetahuan, keterampilan dan sosial. Kompetensi sosial merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap individu karena setiap manusia tentu tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dengan masyarakat.

Dalam tataran praktikal, mendidikkan nilai toleransi dapat dilakukan dengan dua bentuk. Pertama, mendidikkan nilai toleransi pada suatu mata pelajaran tertentu (subject matter), dan kedua, mendidikkan nilai toleransi pada seluruh program dan proses pembelajaran.

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam mendidikkan nilai toleransi adalah pendekatan klarifikasi nilai. Pendekatan ini muncul dari psikologi humanistik dan gerakan humanisme dalam pendidikan sebagai upaya untuk mengimplementasikan ide-ide dan teori Gordon Alport, Abraham Maslow, Carl Rogers, dan lain-lain. Fokus utama pendekatan ini adalah untuk membantu peserta didik menggunakan penalaran rasional dan kesadaran emosional untuk menguji pola-pola perilaku personal dan mengklarifikasi serta mengaktualisasikan nilai-nilai mereka sendiri.

Pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa generasi muda dewas ini hidup dalam satu dunia baru dan complicated, yang sering kali dibingungkan oleh berbagai perspektif nilai, sehingga sering kali mengakibatkan terjadinya krisis moral dan kepribadian. Untuk menyelamatkan generasi muda dari krisis tersebut, maka klarifikasi nilai memusatkan pendidikannya pada valuing proses
yang menstimulasi anak didik untuk berfikir dan mengklarifikasi nilai yang dianutnya.

Sasaran yang ingin dicapai dari peserta didik setelah mendapat pembelajaran tentang nilai-nilai toleransi adalah:

1.  Peserta didik mampu mengendalikan emosi
2.  Peserta didik menjadi individu yang penyabar
3.  Peserta didik mampu menjalani kehidupan ’di bawah tekanan’ (under stress)
4.  Peserta didik mampu mengatasi kesulitan yang dihadapi
5.  Peserta didik mampu mengakomodasi perbedaan sudut pandang, dan
6.  Peserta didik mampu menjadi individu yang mudah memaafkan.

No comments:

Post a Comment