Wednesday, October 1, 2014

Menilik Kurikulum Indonesia dengan Finlandia

Muafid Ardiansyah
1102413049 

      Berbicara mengenai pendidikan, pasti tidak terlepas dari yang namanya kurikulum. Kurikulum sebagai hal penting dalam pendidikan, karena kemajuan atau proses berlangsungnya pendidikan berdasar kurikulumnya. Bisa dikatakatan jika kurikulum adalah jantungnya pendidikan. Pada edisi kali ini kita akan membahas sedikit mengenai kurikulum yang ada di Indonesia dan Finlandia, supaya kita tahu bagaimana perbandingan kurikulum kita dengan kurikulum yang digunakan di Finlandia yang menjadikannya sebagai pendidikan terbaik di dunia. 
     Kurikulum di Indonesia, jika kita tahu selama ini selalu yang namanya memberikan tugas atau istilah kerennya PR pada sisiwanya. Guru menganggap dengan banyaknya tugas dan PR yang diberikan, akan membuat siswa mau belajar. Tapi di Finlandia, dikenal dengan yang namanya “homework doesn’t make you smart”. Di Finlandia yang namanya tugas itu tidak ada, kalaupun ada hanya menyita sekitar 30 menit/ hari, bandingkan dengan di Indonesia?. Guru di Finlandia lebih mengedepankan pembelajaran yang mampu diserap oleh siswa di kelas dibanding dengan apa yang mereka lakukan diluar kelas.
    Berbicara kurikulum tentu juga berbicara tentang guru, karena guru sebagai pelaku utama kurikulum itu dijalankan, tanpa guru kurikulum hanya sebuah dokumen belaka. Guru di Indonesia sebagian besar masih lulusan S1, ya walaupun saat ini pemerintah juga sedang mengusahakan agar guru lebih profesional dengan adanya progam PPG. Namun, lulusan guru di Indonesia jika kita sadar mereka adalah orang-orang nomer 2 di Indonesia. Orang-orang nomer 1 adalah mereka yang berasal dari lulusan dokter, atau teknik. Hal ini berbeda dengan di Finlandia, lulusan guru disana adalah lulusan terbaik disetiap universitasnya. Orang disana lebih bangga menjadi guru ketimbang menjadi dokter ataupun teknisi. Hal ini juga membuat seleksi masuk menjadi guru lebih susah ketimbang seleksi masuk dokter ataupun teknik. Guru di Finlandia minimal memiliki ijazah S2/magister.
      Kemudian mengenai kualitas sekolah. Seluruh sekolah di Finlandia memiliki kualitas yang sama. Disana tidak dikenal istilah yang namanya sekolah negeri ataupun sekolah swasta. Jadi hal ini memudahkan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya, karena semua sekolah sama. Hal ini tentu berbeda dengan yang ada di Indonesia, tiap tahunnya para orang tua berdesak-desakan untuk mendaftarkan anaknya di sekolah favorit, terutama sekolah negeri. 
     Sudah saatnya kita rombak wajah pendidikan Indonesia. Kita tidak ingin anak cucu kita menjadi orang tertinggal, karena pendidikan kita yang juga tertinggal. Tidak ada kata terlambat untuk berubah, semoga di pemerintahan baru Indonesia, pendidikan akan lebih baik ketimbang sebelumnya.

No comments:

Post a Comment