Saturday, October 25, 2014

Peraturan Kemendikbud Mengenai Kurikulum

Tuti Awaliyah
tutiawaliyah94@yahoo.co.id

Kurikulum pendidikan khususnya di Indonesia kita ketahui bersama bahwa dari masa ke masa selalu mengalami perubahan. Banyak hal yang sering mengalami perubahan, baik dari perubahan nama-nama jenjang pendidikan, kurikulum dan kebijakan-kebijakan lainnya. Padahal hal tersebut akan membuat pendidikan kehilangan jatidirinya. Hingga sekarang ini pendidikan di Indonesia masih sangat labil, dibuktikan dengan seringnya pergantian kurikulum yang merupakan suatu kebijakan dari pemerintah yaitu kemendikbud. Setiap pergantian menteri pasti terjadi perubahan kurikulum yang malah seringnya menimbulkan kontroversi dan kebingungan. Padahal sebaiknya kurikulum tersebut tidak perlu di rubah apalagi jika belum optimal dan maksimal pelaksanaannya, tugas seorang menteri terpilih yaitu melanjutkan program tersebut agar berjalan lebih baik dan maksimal. Jika saya bisa berbicara di depan para pejabat tinggi pemerintah mungkin saya ingin banyak memberikan masukan mengenai pendidikan di Indonesia dan aturan-aturannya. Salah satunya mengenai kurikulum yang sering sekali terjadi perubahan hanya karena menteri baru yang terpilih. Harusnya kurikulum itu di patenkan untuk beberapa tahun sehingga dalam pelaksanaannya itu dapat di lihat hasilnya. Setelah habis masa patennya barulah dirubah menjadi yang lebih baik yang di sesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika kita menengok negara-negara lain yang lebih maju, mereka memiliki SDM yang bagus, itu dikarenakan para siswa di negara tersebut tidak kebingungan karena seringnya perubahan kurikulum. Padahal perubahan kurikulum itu sendiri dapat membuat pemborosan biaya pendidikan contohnya percetakan buku-buku yang padahal pada ujung-ujungnya tidak terpakai juga. Padahal biaya tersebut jika di kelola lebih baik dapat dialihkan ke bagian sektor pendidikan lain seperti kesejahteraan guru misalnya. Sebaiknya pemerintah lebih mempertimbangkan lagi dalam melakukan kebijakan-kebijakan agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat. Mungkin dengan menciptakan standar baku yang dapat diaplikasikan dari waktu ke waktu tentunya harus tetap mengikuti perkembangan jaman, dapat memperbaiki pendidikan di Indonesia karena memang penyempurnaan sangatlah diperlukan tetapi dengan tidak merubah kurikulum standar bakunya. Semoga bermanfaat, Terima kasih 

Hilangnya Sekolah Bertaraf Internasional

Tuti Awaliyah
tutiawaliyah94@yahoo.co.id

Sekolah pada dasarnya semuanya memiliki tujuan yang sama, tentunya menjadikan siswa-siswinya berprestasi dan dapat menjadikan kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik lagi. Namun, di zaman yang semakin modern ini pendidikan semakin beragam mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Pendidikan teresebut adanya yang bertaraf nasional maupun internasional. Namun berberapa bulan kemarin pendidikan mengalami bangak intrik, salah satunya adalah keputusan bahwa sekolah bertaraf Internasional (SBI) harus di hapuskan karena di anggap bertentangan dengan UUD 1945. Keputusan tersebut di resmikan oleh makhamah konstitusi (MK) dengan beberapa pertimbangan tentunya. MK menilai bahwa sekolah bertaraf Internasional (SBI) memunculkan dualisme dalam pendidikan. Dalam kegiatan sekolahnya pun menggunakan bahasa Inggris sehari-harinya itu dinilai menghilangkan jati diri bangsa. Selain itu biaya yang relative lebih mahal menjadi beban untuk masyarakat kalangan bawah, padahal bisa saja putra-putri mereka memiliki potensi yang baik untuk bersekolah di sekolah dengan taraf internasioal, namun karena tidak sanggup membiayai tunjangan pendidikannya hal tersebut menjadi kendala untuk mereka. Dihapuskannya sekolah bertaraf internasional (SBI) juga karena dalam pelaksanaannya banyak melakukan penyimpangan, baik biaya dan kualitas kurikulumnya yang tidak mencerminkan bangsa kita dan juga anak-anak lulusan sekolah bertaraf internasional tidak memiliki kemampuan seperti yang di elu-elukan sekolah tersebut. Padahal banyak juga anak-anak lulusan sekolah-sekolah nasional yang jauh lebih unggul dan memiliki kemampuan di atas anak-anak yang sekolah dengan embel-embel sekolah internasional. Hal terebut menunjukan bahwa sekolah bertaraf Internasional bukanlah solusi untuk menjadikan anak menjadi lebih baik tentunya. Kita harusnya senang dengan keputusan pemerintah tersebut, karena dengan dihapuskannya sekolah bertaraf internasional, masyarakat menjadi lebih leluasa menyekolahkan anak-anaknya tanpa harus memikirkan biaya yang mahal, pendidikan di Indonesiapun menjadi merata dan dappat di nikmati oleh segala jenis kalangan baik kalangan bawah, menengah hingga kalangan atas. RSBI sudah dihapuskan, mungkin setelah ini pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Pendidikan Nasional membentuk sekolah unggulan yang mirip dengan RSBI dan tentunya lebih baik di bandingkan dengan RSBI maupun SBI. Apapun namanya yang penting jangan sampai ada lagi diskriminasi pada pendidikan, jangan ada lagi anak yang tidak mampu tetapi cerdas tidak bisa masuk sekolah yang bermutu baik, jangan lagi bahasa kita dikesampingkan dan tidak dijadikan bahasa pengantar pertama dalam dunia pendidikan tentunya. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik dan dapat di sejajarkan dengan negara-negala maju lain di dunia. Aminn Sumber: http://nasional.sindonews.com/read/705138/16/dihapusnya-rsbi

Thursday, October 23, 2014

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Suerlin Diah Utami

Sekolah Mengengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenjang pendidikan menengah yang bertujuan mempersiapkan lulusannya bisa langsung bekerja. Hal ini sesuai dengan isi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menjelaskan tentang pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang menghubungkan, menjodohkan, melatih manusia agar memiliki kebiasaan bekerja untuk dapat memasuki dan berkembang pada dunia kerja (industri) sehingga dapat dipergunakan untuk memperbaiki kehidupannya. Pendidikan kejuruan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan lulusannya memiliki bekal yang cukup guna bekerja di perusahaan serta menguasai satu bidang pekerjaan dari sekian banyak bidang pekerjaan lainnya. Karena saat ini masih menimba ilmu di SMK, lulusannya mendalami setiap bidang studi atau pendidikan kejuruan yang mengarah siap pakai ketika memasuki dunia kerja. Dalam proses pendidikan kejuruan perlu ditanamkan pada siswa pentingnya penguasaan pengetahuan dan teknologi, keterampilan bekerja, sikap mandiri, efektif, dan efisien serta pentingnya keinginan sukses dalam karirnya sepanjang hayat.
Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, tentunya akan membuat orangtua berfikir tujuh keliling bagaimana cara mengakalinya. Dengan memilih SMK, maka orang tua sudah bertindak dengan benar dan tujuan anaknya akan mudah mencari pekerjaan sungguh tepat sasaran. Bagi perusahaan yang hendak membuka lowongan kerja bagi siswa SMK di Indonesia, dapat menyesuaikan juruan yang dikehendaki dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan, dengan kemampuan yang sudah dipelajari dibangku sekolah ditambah pengalaman kerja lapangan maka para siswa ini sudah siap kerja ketika lulus atau bahkan sebelum lulus sekolah sudah ditawari oleh perusahaan untuk bekerja sambil menyelesaikan sekolah kejuruannya di Indonesia.

Ada 5 alasan siswa dalam memilih Sekolah Menengah Kejuruan :
1.    Setiap siswa akan diberi bekal tentang ilmu pengetahuan khusus yang disesuaikan dengan minat serta kemampuan masing-masing siswa.
2.    Siswa akan didorong untuk memiliki bakat berwirausaha (memiliki jiwa enterpreneurship) yang nantinya setiap siswa SMK terbiasa memiliki etika serta etos kerja yang tinggi.
3.    Siswa SMK senantiasa dibekali landasan (basic) berupa pelatihan kerja yang disebut dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
4.    Siswa akan diajarkan agar sanggup menentukan pilihan bidang keterampilan dan keahlian yang harus dikembangkan.
5.    Lulusan SMK cepat memperoleh pekerjaan, karena banyak perusahaan yang menginginkan fresh graduate seperti lulusan SMK.


Monday, October 20, 2014

Seragam sekolah

Yossika Vidya

Tentunya kalian tahu kan apa itu seragam sekolah? Sebagian dari kalian yang pernah menempuh pendidikan disekolah formal tentunya sudah pernah mengenakan seragam sekolah, mulai dari jenjang Pendidikan anak Usia Dini, SD, SMP sampai SMA sederajat. Nah sebenarnya untuk apa sih kalian harus mengenakan seragam sekolah ? Selain telah diatur oleh pemerintah dalam bidang Pendidikan Di Indonesia agar para siswa yang notabenya masih menempuh jenjang pendidikan wajib yaitu dari PAUD sampai SMA sederajat agar mengenakan seragam sekolah selama jam sekolah berlangsung.
Hal ini dilakukan dengan berbagai tujuan, misalnya untuk menunjukan identitas sekolah atau tingkat jenjang pendidikan yang telah ditempuh. Contohnya saja pada jenjang sekolah dasar seragam yang umum digunakan berwarna merah putih, untuk SMP biru putih dan SMA putih abu abu. Selain seragam formal yang ditentukan oleh pemerintah setiap sekolah juga memiliki seragam khas yang menunjukan identitas sekolah tersebut, misalnya menggunakan batik pada hari tertentu. Kemudian seragam  pramuka umumnya juga digunakan pada setiap jenjang pendidikan formal, namun sekarang sudah banyak sekolah yang tidak memberlakukan hal tersebut,dan seragam pramuka hanya dikenakan pada saat mengikuti ekstakulikuler pramuka saja.
Penggunaan seragam juga di nilai sebagai salah satu usaha untuk memberikan kesan rapi pada para siswa. Namun pendapat lain mengatakan bahwa penggunaan seragam sebenarnya tidak begitu penting dan bukanlah menjadi hal yang harus diwajibkan. Karena siswa akan merasa nyaman pada saat mengikuti proses belajar mengajar apabila mengenakan pakaian yang menurut mereka nyaman pula. Terkadang ada siswa yang tidak nyaman memakai seragam sekolah. Mereka lebih nyaman ketika memakai kaos oblong dan celana jeans. Nah yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mengapa ketika kita menggunakan pakaian seperti kaos oblong dan sejenisnya di lingkungan sekolah atau dalam proses belajar mengajar dinilai tidak sopan? Sedangkan karakter siswa satu dengan yang lain itu berbeda beda. Hal ini dibuktikan ketika banyak ditemukanya siswa siswa yang banyak memodifikasi seragam sekolah mereka karena ketidaknyamanan ketika memakai seragam tersebut, seperti mengetatkan baju, melipat lengan baju, mengeluarkan baju dan membuat celana menjadi pensil.

Belajar Menyenangkan di Sekolah

Laila Insyafani

Sekolah adalah tempat dimana orang-orang untuk belajar, mencari ilmu. Suatu kegiatan belajar mengajar yang aktif, tentu saja sangat menyenangkan. Bisa mengungkapkan pendapat masing-masing, bisa saling berbagi ilmu pengetahuan, bisa saling menambah pengetahuan. Kita dapat menerima materi dengan mudah. Sebelum mengajar, seorang guru hendaknya merancang sebuah model pembelajaran yang tepat atau yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki siswanya. Dalam pelaksanaan pembelajaran, jika seorang guru sudah terlebih dahulu merancang suatu model belajar yang tepat maka sangat dimungkinkan materi yang ingin di sampaikan dapat di tangkap dengan mudah, dan dapat mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
Guru mengajar dengan menyenangkan, siswanya pasti juga ikut senang dan mungkin dapat lebih semangat lagi dalam belajar. Jika seorang guru tidak memiliki persiapan atau rancangan strategi dalam mengajar, maka ada kemungkinan saat kegiatan belajar mengajar akan timbul suasana yang bosan, ngantuk, jenuh, main sendiri dan lainnya. Contohnya, saat kegiatan belajar mengajar seorang guru hanya menerangkan di depan kelas tanpa melibatkan siswanya, maka sebagian besar muridnya pasti akan merasakan suatu kejenuhan. Guru harus lebih pintar dalam memilih strategi belajar yang tepat, yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki siswanya. Jika seorang guru mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing siswanya, maka dapat dengan mudah seorang guru menyusun suatu rencana pembelajaran dan mudah untuk menyampaikan informasi yang ingin di sampaikan serta siswanya pasti akan lebih semangat lagi dalam belajar. Seperti melibatkan siswanya dalam proses pembelajaran, contohnya seorang guru membentuk sebuah kelompok dan masing-masing kelompok mendiskusikan suatu masalah yang sama. Jadi siswa akan lebih semangat belajar, masing-masing siswa dapat saling bertukar pendapat, menambah wawasan, belajar menghargai pendapat orang lain dan lainnya. Dalam strategi belajar tersebut, guru mencoba menghidupkan suasana kelas supaya para siswanya lebih aktif dan lainnya. Membuat rancangan pelaksanaan belajar sangat perlu.

Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan

Laila Insyafani

Mengapa Pendidikan itu penting ? kalian pasti tahu kan seberapa pentingnya pendidikan untuk masa depan kita sendiri dan masa depan bangsa kita. Setiap manusia membutuhkan pendidikan sampai kapanpun dan dimana pun mereka berada. Kita mendapatkan pendidikan dimana saja, di dalam lingkup keluarga, di lingkup sekolah, di lingkup masyarakat, terutama pendidikan formal yaitu di sekolah. Di sekolah kita mempunyai banyak teman, kita bisa mengenal satu sama lain, main bareng, ngerjain tugas bareng dan lainnya. Di sekolah mereka memainkan peran kunci dalam mengembangkan anak menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan menjadi manusia yang baik. Di sekolah juga kita dapat mengembangkan bakat yang dimiliki. Pendidikan memberikan kita pengetahuan tentang dunia, membuka jalan untuk karier yang baik, membantu membangun karakter dan lainnya.
Pendidikan sangat berperan penting dalam kehidupan kita dan masa depan kita.beberapa hal yang penting untuk masa depan kita yaitu kita mempunyai kemampuan ekonomi, kepuasan hati, jabatan atau status sosial, kesehatan, keharmonisan keluarga dan keahlian. Pendidikan merupakan suatu pegangan hidup bagi manusia agar kita nantinya tidak kesulitan menghadapi masa yang semakin sulit dengan teknologi yang canggih yang bisa merubah pikiran kita. Masa depan adalah masa yang menentukan kita untuk menjadi lebih melarat atau cerah, oleh karena itu peran pendidikan dalam masa depan kita sangat penting. Masa depan yang cerah akan membuat kita nyaman, sedangkan orang yang mempunyai kehidupan yang melarat berarti orang itu tidak mempunyai masa depan yang cerah. Dengan demikian, tuntutan pendidikan sekarang dan masa depan harus diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral manusia Indonesia pada umumnya. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian diharapkan dapat mendudukkan diri secara bermartabat di masyarakat dunia di era globalisasi ini.

Permasalahan Pendidikan

Anwar Shandi

            Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas yang terdiri dari derbagaimacam suku, ras dan banyak budaya, oleh sebab itu pendidikan yang merata sangat diperlukan untuk menyatukan dan memajukan bangsa Indonesia. Pendidikan bertujan untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mempunyai daya saing yang tinggi untuk pembangunan. Pendidikan di Indonesia sekarang ini sudah diupayakan sebaik dan semaksimal mungkin oleh pemerintah, tetapi seiring dengan perkembangan zaman pendidikan mengalami berbagai tantangan yang menuntut pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini. Pemerintah mungkin merensanakan pembangunan secara fisik dengan susah payah, tetapi dasar dari pembangunan adalah pendidikan. Pembangunan yang pertama harus dimulai dari bagaimana membangun moral bangsa. 

       Seiring dengan perkembangan zaman timbul berbagai permasalahan dalam bidang pendidikan, pehatian pemerintah yang minim akan hal tersebut akan membuat pendidikan di Indonesia akan seperti terkesan jalan di tempat. Permasalahan pendidikan semakin sering terjadi di zaman sekarang ini dan sebaiknya permasalahan pendidikan tidak diselesaikan secara terpisah akan tetapi seharusnya dilakukan secara menyeluruh. Standar pendidikan di Indonesia masih sangat rendah, juga penyelenggaraannya. Pelaksanaan program wajib belajar Sembilan tahun belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Kenyataannya banyak anak dipinggiran yang tidak mendapat peluang dalam menuntut ilmu, dan juga sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadahi dan kurang layak.

       Di Indonesia mewajibkan wajib belajar selama Sembilan tahun, tetapi hal tersebut hanya menimbulkan kesenjangan saja. Karena sekolah sekolah akan cenderung menerima anak anak dari golongan berduit saja sedangkan anak anak yang kurang mampu akan tersisihkan dan mereka tidak mendapat kesempatan yang sama dalam pendidikan, sedangkan sosialisasi tenteng beasiswa masih sangat minim juga. Penyelenggaraan pendidikan di indonesis juga jauh dari kata memuaskan, mulai dari staf pengajar yang kurang berpengalaman dan masih kurangkurang pelatihan, dan dana yang kurang atau masalah masalah yang lainnya. Permasalahan tersebut kalau tidak secepatnya diselesaikan justru malah akan semakin menjamur. Profesionalitas sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah masalah tersebut, mulai dari pusat sampai perorangan. Kita harus terus berjuang untuk mengembangkan pendidikan Indonesia yang maju dan berkualitas tinggi dan dapat bersing di dunia.