Thursday, November 27, 2014

Sekolah Non Formal sebagai Jalur ke 2

Ferlina Khoirun Nisa

            Helloooo gan berjumpa lagi dengan artikel baru saya yang masih membahas topic yang sama yaitu sekolah non formal sekolah alam. Untuk masa-masa yang lalu sudah banyak sekali penjelasan tentang sekolah alam. Oke kali ini kita akan kembali mengulas balik tentang sekolah non formal sebagai jalur pendidikan ke 2 bagi murid.
            Dalam terbentuknya sekolah non formal, bukan berarti sekolah formal itu buruk baik dalam system pembelajarannya maupun fasilitasnya. Namun dalam kondisi yang berbeda dimana perlu adanya pembaharuan dalam system pendidikan yang ada di Negara ini. Sekolah formal mampu memberikan penghargaan kepada siswanya berupa selembar ijazah namun tidak ada yang mengerti apakah selembar ijazah itu membuktikan bahwa seorang siswa lulusannya itu mampu menghadapi dunia luar dengan cermat atau tidak. Dalam pembuktian ini, sekolah non formal seperti sekolah alam memberikan pelatihan yang mampu membekali siswanya mengahadapi dunia luar yang ada di masa depannya. Seperti system pembelajarannya yang membuat siswanya menjadi lebih kritis dan berkarakter, keberanian untuk berpendapat maupun bertanya. System ini belum tentu ada di sekolah formal.
            Saat ini banyak orang tua yang lebih memilih jalur sekolah non formal disbanding sekolah formal. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan sekolah non formal mampu mengubah mindset sebagai warga Negara yang pasif menjadi warga Negara yang aktif. Namun, sekolah formal masih dianggap sebagai jalur utama pendidikan bagi sebagian besar orang tua. Dan sekolah non formal dianggap sebagai jalur ke dua dalam pendidikan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sekolah formal menjadi acuan utama bagi pemikiran para orang tua. Karena sekolah formal sudah mendarah daging dalam jiwa warganya.

            Sekolah non formal dianggap sebagai jalur kedua, hal ini dikarenakan sekolah non formal memberikan suasana dan system belajar yang baru dalam pendidikan. Wajar saja jika para orang tua masih belum sadar akan adanya sekolah non formal. Selain itu juga warga Indonesia masih menganggap pentingnya ijazah bagi masa depan anak mereka, makanya banyak para orang tua yang berusaha memasukkan anaknya sekolah di sekolah formal terbaik yang ada. 

No comments:

Post a Comment