Thursday, November 20, 2014

Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013

Alimi

Satu perubahan mendasar dalam Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran. Model pembelajaran Kurikulum 2013 berbasis saintifik dengan lima langkah pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran dalam kurikulum sebelumnya menggunakan tiga langkah.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), ada tiga langkah dalam metode pembelajarannya, yaitu elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi. Sedangkan dalam Kurikulum 2013 ada lima langkah yaitu mengamat, bartanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan.
 Tentu saja denganini ekspektasi masyarakat terhadap kurikulum 2013 ini sangat besar, dimana semua pihak yang terlibat berharap agar ada perubahan yang signifikan mengenai sistem pembelajaran yang ada, hingga nantinya hasil atau output yang akan di hasilkan siswa mampu untuk dikembangkan, melalui pendekatan saintifik ini. Dimana banyak yang beranggapan bahwa pendekatan saintifik ini lebih baik dan efektif di terapkan dibandingkan dengan pendekatan secara tradisional terhadap kemampuan siswa. Karena pendekatan ini di nilai lebih modern, Lebih up to date dalam perkembangannya dan berorientasi terhadap peningkatan kemampuan siswa tentunya.
 Berikut ini tujuah kriteria sebuah pendekatan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pembelajaran scientific,yaitu: (a) Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata, (b) Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis, (c) Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran, (d) Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran, (e) Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran, (f) Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan, (g) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
Proses pembelajaran yanag mengimplementasikan pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Dengan proses pembelajaran yang demikian maka diharapkan hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Sehingga secara laten pendidikan dengan pendekatan saintifik ini akan meningkatakan kemampuan sisiwa secara individu dalam memecahkan suatu permasalahan belajarnya.

No comments:

Post a Comment