Tuesday, December 30, 2014

Standar dan Ketentuan Mendirikan Sekolah Formal

Nining Rihanah

Buat teman-teman yang pengen membuat atau membangun sekolah baru dengan segudang ide-ide yang sangat cemerlang, ini ada syarat-syarat buat kalian yang ingin membuat sekolah baru, supaya sekolah yang kawan buat bisa sesuai dengan standarisasi yang ada di Indonesia ini kawan, jadi bakal sempurna dan nantinya bisa mencetak murid-murid yang luar biasa dan bisa membanggakan Indonesia nantinya.
Berikut adalah beberapa standar yang harus di penuhi beberapa Program Pendidikan menurut UU Standarisasi No.19 Tahun 2005 ada delapan :
1.    Standar Isi
Standar isi ini adalah dasar dan struktur untuk kurikulum, beban belajar, dan kalender akademik/pendidikan. Di sini untuk struktur kurikulum, beban belajar, dan kalender akademik/pendidikan memang sudah sewajarnya ada untuk mematok waktu dan beban yang sama (minimal) yang diterima siswa dalam proses pembelajaran.
2.    Standar Proses
Standar proses ini isinya adalah konsep pengajaran di kelas atau metode mengajar. Sulit sekali untuk mengartikan proses belajar yang menyenangkan, inspiratif, interaktif, dll. Standar proses ini berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar komptensi lulusan.
3.    Standar Kompetensi
Standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai penentu kelulusan (pasal 25). Ketentuan ini juga tampaknya tidak memperhatikan kondisi dan kehidupan masyarakat.
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria pendidikan pra jabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
4.    Standar Sarana dan Prasarana
Standar prasarana dan sarana pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan, ruang kelas, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi, perabot, alat dan media pendidikan, buku, dan sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
5.    Standar Pengelolaan
Standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan.
6.    Standar Pembiayaan
Standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasional satuan pendidikan. Pembiayaan SDSN mencakup biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal satuan pendidikan.
7.    Standar Penilaian
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaan prestasi belajar peserta didik. Penilaan hasil belajar peserta didik dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2007.

Kelebihan dan Kekurangan Murid dalam Negeri

Nining Rihana

Kelebihan merupakan suatu kemampuan yang lebih baik dari pada kekurangan. Murid dalam negri dan luar negri pasti berbeda kemampuan. Tetapi murid dalam negripun tidak kalah kemampuannya dari luar negeri. Sekarang kita bahas kelebihan murid dalam negeri. Murid dalam negeri banyak yang memiliki kecerdasan yang membanggakan bagi Negara kita tercinta. Banyak di temukannya penemuan-penemuan dari murid-murid di Negara kita tercinta ini. Serta banyak pertukaran-pertukaran para pelajar ke luar negeri untuk saling mempelajari pembelajaran yang mereka ikuti. Murid dalam negeripun tidak kalah hebatnya dengan murid-murid di luar negeri. Negara kita ini memiliki murid yang pandai-pandai sehingga kita tidak kalah jauh untuk pembelajaran yang berlaku sekarang.
    Kekurangan yang melandasi adanya ketidak maksimalan akan kemampuan murid-murid kita adalah pada strategi atau program pengembangan pada murid. Adanya pengajaran yang benar-benar terperinci dan dapat dipertanggung jawabkan ini masih di bawah standar untuk menghasilkan murid-murid yang benar-benar berkualitas. Dengan adanya kekurangan akan pengembangan idividu murid orang tua di tintut aktif agar dapat mendampingi anak-anak mereka di saat di luar sekolah. Bagi pendidik apa yang mereka berikan merupakan sedikit dari ilmu yang berlandaskan buku jasa. Tetapi bagi mereka peran orang tua itupun penting untuk kemandirian anak dalam mencapai kemampuan individu mereka.
    Banyak kekurangan serta kelebihan yang dapat kita pelajari dari artikel ini. Tentu saja dengan belajar yang tekun serta rajin menjadi anak yang bermanfaat bagi semua orang, merupakan impian dari setiap murid. Hal ini harus di barengi dengan dukungan orang tua agar dapat mengontrol anak agar bisa belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan pembelajaran yang sungguh-sungguh anak akan dapat memiliki kemampuan yang maksimal tentunnya pada bidangnya. Maksimalkanlah pada usia dini, agar anak tidak hanya bermain saja tetapi harus memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka untuk terjun di masyarakat kelak. Dengan adanya dorongan yang positif tentu akan menciptakan anak-anak yang pandai, cerdas serta cekatan akan suatu hal yang dapat menuntun mereka menuju kesuksesan. Trimakasih semoga bermanfaat.

Banyak Guru yang Salah dalam Strategi Mengajar. Apa yang Harus di Lakukan?

Nining Rihana

          Strategi merupakan gambaran khusus akan prilaku dan tanggapan akan suatu hal yang dilakukan. Hal ini tentu memiliki gambaran akan strategi yang diberikan guru saat mengajar para muridnya. Banyak kejanggalan-kejanggalan yang kita ketahui dalam pengajaran yang mungkin keras, atau kurang baik, membosankan, tidak menggembirakan dan lain-lain. Kita tidak menyalahkan para guru dalam pengajaran mereka, mungkin kita dapat memperbaiki strategi pengajaran agar murid tidak merasa jenuh dan bosan dengan pengajaran yang di berikan. Dalam hal mengajar dan di ajar tentu memiliki hal pandang yang berbeda, dimana banyak yang setuju menggunakan strategi masing-masing untuk mengajar ada juga yang memiliki strategi yang berbeda untuk menyiptakan ruang kelas yang berbeda pula.
   
          Sekarang yang kita bahas, bagaimana menjadikan setrategi mengajar kita menjadi menarik dan yang paling di tunggu-tunggu oleh murid-murid kita? Strategi yang baik yang harus sesuai dengan penguasaan anak didik serta kecakapan akan pablik spiking itu yang menjadi tolak ukur dalam pengajaran. Dimana terkadang guru kurang memiliki pablik spiking yang baik sehingga kelas yang di ajar mereka kurang menyukai dan terkesan bosan dengan apa yang disampaikan. Selain penguasaan kelas tentu ada selingan saat pembelajaran, seperti ada hal yang lucu yang mereka bahas sehingga kelas ramai akan percakapan. Terkadang murid lebih menyukai bila mana guru bercerita akan pengalaman mereka, sehingga murid terinspirasi untuk dapat meniru atau memiliki sikap yang baik dan membangun dari motivasi yang guru mereka buat. Ini yang dapat menjadikan murid tidak terlalu suntuk akan pembelajaran di dalam kelas.

       Untuk memperbaiki strategi bagi pendidik, pendidik harus memiliki pandangan jangka panjang. Kenapa bisa demikian? Untuk mengajarkan seorang murid harusnya guru dapat membuat murid tersebut tidak terpaku oleh buku saja tetapi harus dapat menjadi pengacu penganalisisan dan murid dapat mencari pengetahuan yang lain dari berbagai literature. Sehingga murid memiliki kemampuan yang baik dalam penguasaan pembelajaran mereka. Terima kasih semoga bermanfaat.

Peningkatan Kualitas Tenaga kerja Melalui BLK

Alfi Setiani

Bukan saja ilmu pengetahuan dan teknologi yang senantiasa berkembang, namun bidang ekonomi dan perdagangan juga senantiasa berkembang. Dengan perkembanganya yang pesat seperti itu sudah tentu akan mempengaruhi jumlah tenaga keja yang dibutuhkan. Tenaga kerja yang dibutuhkan haruslah mempunyai standard an kualitas yang baik yang memiliki kompetensi yang tinggi agar dapat bersaing di pasar nasional, regional maupun internasional. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki permasalahan mengenai angka penganggurn yng tinggi, sejalan dengan semakin banyaknya jumlah lulusan satuan pendidikan yang tidak sebanding dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia. Pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk menanggulangi masalah pengangguran ini, salah satunya adalah dengan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) yang merupakan suatu pendidikan nonformal untuk pelatihan kerja yang khususnya diperuntukan untuk masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan setara dengan SMP dan SMA yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Melalui BLK diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan etos kerja produktif yang baik. BLK semakin diminati karena dengan kurikulum dn program yang disediakan dapat menarik minat masyarakat. Namun sampai sekarang BLK masih belum dapat memenuhi kebutuhan pasar dikarenakan program pelatihanya yang masih bersifat konvensional dan belum berbasis kompetensi (CBT). Untuk meningkatkan sumber daya manusia dan untuk memenuhi kebutuhan pasar, BLK direvitalisasi baik system, metode, program, sarana dan prasarana juga SDM-nya guna menjadikan BLK sebagai lembaga yang kredibel, acceptable dan mandiri. Program yang harus diubah juga harus menerapkan program pelatihan yang berbasis kompetensi (CBT) dengan program ini diharapkan BLK mampu memciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja.
Diharapkan akan semakin banyak perusahaan atau industry yang akan menerima lulusan dari BLK sebagai pekerjanya. Sebagai lembaga yang memiliki peran sangat strategis untuk peningkatan kompetensi pencari kerja, BLK haruslah juga memiliki hubungan kemitraan yang baik dengan industry dan lembaga internasional, agar dapat memberikan informasi mengenai kemajuan teknologi yang akan berdampak pada kebutuhan keterampilan. Pemerintah juga berusaha mengintegrasikan sistem pendidikan nasional dengan sistem ketenagakerjaan nasional dengan mengembangkan kurikulum yang berbasis kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan adanya usaha ini, diharapkan dapat menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang dapat memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang dibutuhkan dunia usaha atau untuk berwirausaha secara mandiri


Perbedaan Sekolah di Dalam Negeri dengan Sekolah di Luar Negeri

Nining Rihana

“Indonesia merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatku. Gebyar-gebyar di langit jingga” hehe. Maaf ya nyanyi dulu biyar semangat membaca artikel ini. Pengetahuan dari satu tempat ketempat yang lain, dari satu daerah bahkan satu kota bahkan lagi satu Negara itu berbeda. Kenapa bisa demikian? Dikarnakan sistem pendidikannya sudah berbeda apalagi anak didiknya pasti berbeda pula. Kalau membicarakan tentang “perbedaan” pasti ada banyak perbedaan antara sekolah di dalam negeri dengan sekolah di luar negeri. Adapun perbedaan yang dapat kita ketahui sebagai berikut:
1.    Cara mengajar
“Quality Time” merupakan waktu yang samgat berharga bagi pendidik dimana mereka benar-benar mengedepankan pengetahuan yang harus pendidik berikan kepada peserta didik di sekolahan. Ungkapan inipun dapat dibedakan dari kemampuan individu para siswa di luar negeri ataupun didalam negeri. Bila didalam negeri waktu yang digunakan dalam pembelajaran belum dapat dimaksimalkan dengan baik, berbeda dengan pendidikan di luar negeri dimana, waktu dalam pembelajaran memang sangat khusus untuk memberikan pengetahuan dan siswa disana dituntut untuk mengerti menghafal dan memahami.

2.    Sistem pembelajaran
Sistem pembelajaran di dalam negeri dapat kita pahami sendiri, dimana di dalam negeri kita materi yang kita pembelajari sudah lengkap tetapi cara mengajarnya yang masih biasa-biasa saja. Sehingga keterbukaan pemikiran anak masih rendah dan sulit untuk berkembang. Berbeda dengan luar negeri yang mana, guru atau pendidik disana itu memiliki kewajiban sepenuhnya menciptakan kemampuan per murid agar dapat mengetahui dan menguasai materi yang di ajarkan. Ini yang berbeda dengan Negara kita tercinta. Untuk itu peran pendidik sangat penting bagi perkembangan siswa.

3.    Pengetahuan
Di Negara kita tercinta pengetahuan yang di peroleh dari siswa adalah pengetahuan dari guru saja. Masih belum memiliki minat untuk mengetahui pengetahuan selain yang di ajarkan oleh guru. Jadi pengetahuan yang diberikan oleh murid secara terus menerus tanpa membantu murid untuk berkembang mrngakibatkan murid tidak dapat memiliki pemikiran yang berkembang pula. Berbeda dengan luar negeri, dimana siswa disana harus berperan aktif dalam pembelajaran baik didalam ataupun diluar kelas. Jadi perbedaan ini, memiliki reting yang sangat sepesifik.

4.    Pengamalan dalam masyarakat
Pengamalan ilmu yang didapat serta sangsi yang didapatpun berbeda antara dalam negeri dan luar negeri. Di dalam negeri karakter di masyarakat bila jelek orang tua yang akan bertanggung jawab. Tetapi di dalam negeri berbeda dimana karakter jelek bukan orang tuanya tetapi guru yang mengajarkan kepada muridnya yang dihukum. Dengan adanya hukuman ini pendidik lebih waspada dan mendidik lebih ketat. Inipun yang masih kurang di dalam negeri kita, sehingga masih perlu perbaikan pendidikan di Negara kita tercinta ini.

5.    Peran guru dikehidupan siswa dan Tanggung jawab pendidik
Guru tentu berperan penting bagi siswa mereka. Dari dalam ataupun luar sekolah. Tanggung jawab yang diberikanpun harus memadahi dengan apa yang sudah mereka ajarkan kepeserta didik sehingga dapat di praktekan dimasyarakat. Didalam kita sudah menilai cukup baik peran guru dalam mengajar tapi mungkin berbeda kualitas serta peran dalam masyarakat khusus pada karakteristik kurang memperbaiki sikap dan belum ada ketegasan akan hal itu. Berbeda dengan luar kehidupan siswa di dalam atau di luar sekolah guru yang bertanggung jawab bukan orang tua. Jadi perbedaan ini siknifikan dan Negara kita masih jauh tertinggal dalm bidang pendidikan ilmu pengetahuannya.
Didalam artikel ini, tidak menjelek-jelekan pendidikan kita yah. Karna artikel ini hanya memberikan gambaran saja, dimana kita harus dapat membangun Negara kita menjadi lebih baik. Terima kasih semoga bermanfaat.

Mengintip Kurikulum di LPK

Alfi Setiani

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal, yang tentu didalamya termuat kurikulum yang berlaku. Peraturan kurikulum untuk lembaga nonformal  berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0150a/U/1981 tentang Peraturan Umum Penyelenggaraan Kursus PLSM dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda clan Olahraga Nomor KEP-105/E/L/1990 tentang Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Kursus Diklusemas, disebutkan bahwa sifat kurikulum kursus pada dasarnya lebih bersifat nasional, namun jika belum ada kurikulum yn bersifat nasional untuk salah satu program studi maka dapat dilaksanakan dengan kurikulum kursus yang bersangkutan dengan syarat sudah disahkan oleh Kepala Kantor Depdikbud Kabupaten/Kotamadya.
Dalam penyususan, pengembangan dan implementasi kurikulum nasional kursus dilakukan oleh Direktorat Pendidikan serta organisasi profesi yang bersangkutan. Dalam pengembangan kurikulum langkah yang pertama adalah menyusun rancangan kurikulum dengan ahli yang bersangkutan, kemudian dilakukan suatu lokakarya dengan mengundang beberapa narsumber yang merupakan ahli di bidang kurikulum kursus yang bersangkutan dengan tujuan untuk mendapat masukan dan penyempurnaan kurikulum. Hasil dari lokakarya tersebut merupakan hasil akhir yang siap untuk disahkan sebagai kurikulum nasional.

Kurikulum kursus nasional tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan IPTEK dengan tidak mengurangi nilai-nilai yang ada didalamnya. Namun tidak semua jenis program studi kursus dapat dengan mudah disahkan kurikulum nasionalnya, seperti contohnya adalah program studi computer. Dalam penyusununan kurikulum computer sangat sulit mengumbangi kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang computer. Perkembangan IPTEK sangatlah cepat, dan tidak sebanding dengan proses pengembangan dari kurikulum nasional computer. Dalam pengembangan kurikulum kursus haruslah dilakukan secara dinamis dengan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku. Keputusan Mendikbud Nomor 261/U/1999 pasal 8 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa: (1) Kurikulum pada kursus terdiri atas kurikulum nasional dan kurikulum kursus; (2) Kurikulum berisikan bahan kajian dan pelajaran umum, pokok, dan penunjang yang mengacu pada standard kompetensi tertentu. Selanjutnya ditegaskan lagi dalam PP Nomor 19 tahun 2005 pasal 6 ayat (3) yang menyatakan bahwa: Satuan pendidikan nonformal dalam bentuk kursus dan lembaga pelatihan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi yang memuat pendidikan kecakapan hidup dan keterampilan. Sehubungan dengan hal-hal di atas, pengembangan kurikulum kursus akan terus dilakukan berdasarkan standar kompetensi nasional dan/atau internasional.

Kelas yang Menyenangkan Bagi Peserta Didik

Nining Rihana

Kelas merupakan pertemuan antara murid dan guru, dimana mereka saling berbagi ilmu, pengalaman, kemampuan, fikiran, keceriaan dan harapan. Sekolah merupakan ajang bagi siswa siswi untuk belajar pelajaran akademik ataupun non akademik. Dengan adanya pembelajaran tentu pemerintah memberikan kurikulum yang layak agar siswa serta pendidik yang mengajarkan ilmu kepada muridnya dapat memiliki tuntunan serta pedoman dalam mengajar. Pengajaran didalam kelas yang menyenangkan bermula pada pendidik yang memberikan bimbingan serta keceriaan dalam kelas.
Keceriaan merupakan awal terbentuknya kelas yang menyenangkan dan dapat menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa dalam kelas tersebut. Tidak heran dimana di saat kita dahulu sekolah kita merasakan kesenangan dalam pembelajaran dengan adanya metode pendidikan yang sangat menggembirakan didalam kelas. Dapat kita pahami dan kita mengerti bagaimana metode yang baik dalam membentuk kelas yang menyenangkan bagi peserta didik supaya dapat nyaman di kelas serta menunggu waktu pembelajaran itu dimulai. Kebahagiaan yang tercermin bagi peserta didik tentu memiliki kesan yang luar biasa bagi peserta didik kita.

Kelas yang menyenangkan bagi peserta didik dapat kita ketahui sebagai berikut: 1) memberikan waktu yang santai bagi peserta didik di awal pembelajaran 2) memberikan selingan cerita lucu di sela pembelajaran itu berjalan 3) memberikan motivasi dalam pembelajaran yang sedang mereka pelajari 4) usahakan kelas jangan sampai sepi dan tetap semangat bagi peserta didik untuk mengikutinya. Bila cara tersebut di praktikkan bisa jadi peserta didik akan nyaman di kelas dan mereka akan menyukai kelas yang anda ampu sebagai kelas yang menyenangkan. Dalam kehidupan sekolah peserta didik terkadang menginginkan sensasi yang berbeda dari pembelajaran pendidik saat mengajar. Mereka jenuh dan bosan dengan beberapa cara pembelajaran yang biasa mereka ikuti. Nah dalam kasus ini, jadikanlah kelas yang anda ampu dapat menjadikan inspirasi serta ada saat yang mereka tunggu-tunggu, contohnya saja hiburan, liburan, jalan-jalan bersama itu dapat menjadikan peserta didik menyukai kelas yang menyenangkan di dalam pembelajaran yang mereka ikuti.

Inilah beberapa gambaran agar dapat menciptakan kelas yang menyenangkan bagi peserta didik serta pendidik agar dapat mendapatkan kelas yang menyenangkan.