Monday, November 17, 2014

GURU?

Anwar Sandi
1102413064

Guru adalah orang yang berperan sangat penting dalam proses belajar mengajar, guru berperan membimbing dan member contoh kepada murid muridnya. Tetapi yang terpenting tugas guru adalah menyampaikan materi kepada siswa dengan cara yang benar dan baik agar materi yang dissampaikan dapat dipahami oleh siswa dan siswa paham akan materi tersebut. tetapi tidak jagang guru menerangkan materi dengan asal asalan, misalnya hanya menerangkan kepada siswa dengan tidak  memberi contoh atau bisa disebut metode ceramah. Metode ceramah yang dilakukan oleh guru guru umumnya dianggap membosankan oleh siswa, karena siswa haurus mendengarkan guru yang berceramah saja masalah paham atau tidaknya guru seperti acuh taka cuh, hal tersebut guru seperti membiarkan siswanya saja.
Guru harus memiliki banyak strategi dalam proses belajar mengajar karena mereka tidak hanya menghadapi satu siswa saja tetapi banyak sekali murid yany harus mereka bimbing, dan dari banyak siswa siswa tersebutmempunyai karakter yang berbeda beda. Oleh karena itu seorang guru harus kreatif dalam mengajar atau pada saat menyampaikan materi yang dia utarakan agar siswa menjadi paham. Dari pengalaman yang saya alami sendiri, guru guru saya  terbagi menjadi dua yaitu guru yang membosankan dan guru yang menyenangkan. Guru yang membosankan adalah guru yang hanya menerangkan materi saja, atau dapat dikatakan dia hanya mengulang atau membaca apa yang ada dibuku saja. Hanya membacakan apa yang ada dibuku tidak akan membuat siswa menjadi paham, hal tersebut sama sajak kalau siswa diberi tugas membaca buku secara perseorangan, mereka bisa membaca sendiri kan tidak perlu dibacakan lagi.
Sedangkan guru yang menyenangkan adalah guru yang mampu menghidupkan suasana kelas, walaupun mungkin cara mengajarnya nantinya agak kurang setidaknya dia sudah mendapat poin plus disukai oleh siswa, sehingga siswa akan antusias mengikuti pelajaannya. Siswa akan cenderung tertarik dengan guru yang humoris dan dapat mendekatkan dirinya dengan siswa, sehingga siswa merasa nyaman dengan guru tersebut dan tidak merasa tertekan dalam mengikuti pelajarannya. Ada banyak factor kenapa siswa tidak antusias dalam proses pembelajaran salah satunya adalah factor guru. Oleh sebab itu standarisasi seorang guru di indonesiaharus ditingkatkan lagi dan sekarang ini yang paling dibutuhkan adalah guru yang kreatif.

Perubahan


Anwar Sandi
1102413064

Pendidikan adalah hal pokok dan setiap orang berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali, karena pendidikan adalah dasar pembangunan yang mendasar dari suatu bangsa. Pendidikan akan berhasil apabila ad kesadaran bersama, maksudnya adalah sadaran dari pemerintah baik organisasi-orgkenisasi yang berhubungan dengan pendidikan dan juga masyarakat. System pembelajaran yang mendukung anak supaya belajar dengan maksimal harus ditingkatkan agar tercapai pendidikan yang berkualitas.
Cara mengajar di pendidikan formal sekarang ini perlu ditingkatkan, mulai dari cara mengajar dan yang dipelajari. Seharusnya bahan pelajaran yang ada di pendidikan formal sekarang perlu adanya perubahan, yakni bahan pelajaran yang sekarang diajarkan pelu adanya refisi. Bahan pelajaran yang diajarkan seharusnya tidak terlalu banyak mempelajari hal-hal yang lama seperti matematika misalnya masih mempeljari aljabar dan yang lainnya. Sebaiknya di dalam pendidikan sekarang ini yang bila ditelaah dari pesatnya perkembangan jaman juga harus mempelajari hal-hal yang baru misalnya apa yang sedang ditemukan sekarang, dan siswa juga harus didorong untuk menemukan hal yang belum terpecahkan pada masa lampau, atau menemukan inovasi-inovasi.
Pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman mulai dari apa yang diajarkan, standar pendidikan, dan sebagainya. Standar pendidikan di Indonesia masih sangat rendah, oleh karena itu harus ada perbaikan dalam system ini, memang kondisi Indonesia yang luas dan terdiri dari beribu-ribu pulau menimbulkan kesenjangan dan tidak meratanya pendidikan oleh karena itu distribusi tenaga pendidik, sarana dan prasarasarana pendidikan yang memadahi ke daerah daerah yang masih minim pendidikan dalam tanda kutip “tertinggal” harus sangat maksimal, sehingga di daerah yang tertinggal tersebut mampu bersaing, atau mengimbangi pendidikan yang berrada di pusat. Peran dari relawan atau orang orang yang perduli dengan pendidikan juga sangt penting, kan percuma kalau pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkn tapi kesadaran dari setiap orang tidak ada sama saja omong kosong saja. Pendidikan formal sekarang ini jangan cuma menerapkan system yang monoton dari dulu sampai sekarang, harus ada inovasi yang nyata dan tidak ada salahnya mengadopsi system pembelajaran dari negara maju, tetapi jangan meniru. Karena mengadopsi itu artinya tidak meniru, kita harus mengembangkan pendidikan kita agar kita semaksimal mungkin, bukan tidak mungkin kita kelak bisa menjadi pusat pendidikan dunia.

PERBAIKAN!


Anwar Sandi
1102413064

Sekolah adalah tempat yang memberikan pembekalan kepada seseorang untuk mempersiapkan dirinya kembali ke masyarakat. Sekolah seharusnya tempat yang menyenangkan bukannya tempat yang membuat siswa merasa seperti terpenjara. Saat berada di dalam kelas umumnya siswa akan cepat bosan dikarenakan banyak factor seperti pelajaran yang tidak disukai, guru yang mengajar membosankan dalam arti hanya menggunakan metode ceramah dan haya menyuruh siswa mengerjakan soal-soal saja. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu hal yang membuat pelajaran tidak kondusif dan dapat dikatan sia-sia karena banyak siswa yang tidak paham dengan apa yang diajarkan dikelas.
Potensi tiap-tiap individu memang berbeda beda tetapi disetiap potensi seseorang tersebut dapat membuat kejutan yang luar biasa. Seseorang umumnya belajar tentang apa yang disukainya, contonya siswa yang suka dengan musik. Ketika dia mengikuti pelajaran seni musik tentu saja dia akan sangat antusias mengikuti nya dari awal sampai akhir. Tetapi menurut saya beban pelajaran yang dibebankan terhadap siswa terlalu banyak, dan banyak siswa menganggap mata pelajaran yang terlalu banyak itu menyulitkannya. Kalau saja ada kelas yang banyak dan variatif yang tidak maengatur setiap siswa, yang saya maksutkan adalah setiap siswa tidak harus mengikuti semua pelajaran. Siswa diperbolehkan masuk ke kelas yang disukainya, mungkin dia akan menikmati waktunya berada disekolah. Tetapi sayangnya pendidikan di negeri ini tidak seperti itu, kita masih belajar tentang hal hal yang lama bukannya belajar tentang hal hal yang baru. Pendidikan kita masih menganut system adopsi yang mengikuti bangsa lain dengan menerapkan berbagai macam peraturan seperti standar kelulusan, KKM dn system system lainnya.
Seharusnya kita menciptakan pendidikan kita sendiri dengan berbagai ilmu yang kita miliki kita dapat membuat system pendidikan yang menakjubkan, dengan catatan setiap orang yang mempunyai kemampuan atau berilmu menggunakan ilmunya untuk memperbaiki pendidikan kita, dan orang orang tersebut tidak menyangkutkan ilmunya dengan hal yang berbau financial atau apalah itu. Pendidikan kita akn menjadi luar bisa, kita dapat menciptakan system pendidikan yang terorganisir dan mungkin kita akn menjadi kiblat pendidikan dunia, dan semua itu harus dimulai dari kesadaran tiap-tiap individu bangsa Indonesia.

Tuesday, November 11, 2014

Peran Pendidikan Non Formal terhadap Prestasi

Tri Lestari Utami

Tidak henti-hentinya kita saya membahas seputar Pendidikan Formal, kemarin saya membahas mengenai peran Pendidikan Non Formal untuk masyarakat. Kali ini saya juga masih berkecipung di atmosfir Pendidikan Formal, dalam tulisan penulis kali ini akan membahas atau lebih tepatnya mengkritisi mengenai peran dari Pendidikan Non Formal terhadap prestasi pendidikan. Ok... cuuuus.. kita masuk ke pembahasan.
Pada teori Behavioristik, mengatakan bahwa seorang anak lahir tidak ada apa-apa di ibaratkan anak-anak yang baru lahir itu seperti kertas putih (tabula rasa) yang akan di lukiskan dengan pengalaman-pengalam mereka. Dalam memperoleh suatu pengalaman maka harus melalui proses belajar, sedangkan belajar itu sendiri dapat diperoleh melalui berapa hal seperti: pendidikan formal, in formal dan non formal. Dari beberapa cara tersebut saya akan lebih mengkritisi mengenai peran pendidikan non formal terhadap prestasi seseorang, sebenarnya bukan mengkritisi namun hanya berkomentar yang tidak ada gunanya.. hehe. Pendidikan formal merupakan salah  satu cara dari seseorang untuk menulis dalam kertas yang kosong (tabula rasa) tersebut, dengan kita ikut dalam pendidikan formal maka individu tersebut akan lebih mahir atau lebih cepat dalam memahami apa yang seorang pendidik ajarkan.
Dalam pendidikan formal biasanya guru tidak terlalu memperhatikan peserta didiknya secara intensive, berbeda dengan pendidikan Formal dengan pendidikan formal para peserta didiknya benar-benar diperhatikan, mereka yang ikut dalam pendidikan Nonformal akan diajarkan sampai dia benar-benar mengusai tentang apa yang diajarkan oleh peserta didik. Dalam palajaran matematika sendiri para peserta didikdiajarkan bagaimana cara cepat mengerjakan soal-soal matematika, sedangkan dalam pelajaran Bahasa Inggris para peserta didik dihadapkan langsung para turish asing untuk bisa belajar langsung dengan mereka. Sehingga dalam pendidikan nonformal, anak akan lebih menguasi materi yang diajarkan dan dengan pendidikan nonformal akan  memperoleh cara-cara yang lebih cepat lebih tepatnyta kan diajarkan mengenai teknik cepat dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Namun pendidikan nonformal menurut saya hanya menjadi pendukung untuk mendongkrak prestasi siswa.

Mau Bikin Tempat Kursus? BOLEH!


Mungkin setelah membaca beberapa kali artikel saya beberapa waktu yang lalu, ada diantara kalian yang tertarik untuk membuat lembaga kursus sendiri? Kira-kira boleh ngga ya? Terus caranya gimana? Pasti itu yang akan keluar dipikiran kalian ketika pertama kali ingin membuat sebuah lembaga kursus.
Partisipasi dalam pendidikan tidak hanya bisa dilakukan pada pendidikan formal saja, tetapi juga pada pendidikan nonformal. Masyarakat diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mendirikan lembaga pendidikan nonformal berupa kursus. Semua aturan-aturannya sudah tercantum dalam undang-undang system pendidikan. Namun, sebelum mendirikan lembaga kursus tersebut, kita harus tahu bekal apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Misalnya berupa bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selanjutnya, setelah kita mengetahui kebutuhan masyarakat, kita harus memiliki izin terlebih dahulu sebelum benar-benar merealisasikannya. Izin kursus diterbitkan oleh Bupati/Walikota atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atas nama bupati/walikota, sebagai bentuk pemberian legalitas atas penyelenggaraan kursus di wilayah kerjanya. Izin kursus berlaku 4 (empat) tahun dan dapat diperpanjang kembali dengan mengajukan permohonan perpanjangan dengan melampirkan persyaratan-persyaratan yang berlaku. Izin tersebut merupakan bentuk amanah besar yang harus dapat kita pertanggungajawabkan kepada masyarakat dan Negara sebagai bagian dari akuntabilitas publik.
Permintaan perizinan pendirian lembaga kursus harus melalui beberpa tahap, yaitu: pertama, calon penyelenggara kursus mengajukan izin untuk setiap jenis kursus yang akan diselenggarakan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan melampirkan persyarata-persyaratan yang ditentukan. Kedua, lembaga kursus yang telah memperoleh izin harus memperpanjang izin kursus selambat-lambatnya satu bulan sebelum izin kursus berakhir dengan melampirkan fotocopy izin penyelenggaraan kursus sebelumnya, dan persyaratan lain sesuai ketentuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Setelah mendapatkan izin, penyelenggaraan pendidikan harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan tujuan pendidikan. Karena lembaga kursus akan mendapatkan sanksi ketika diketahui adanya pelanggaran-pelanggaran didalamnya. Bentuk pelanggaran tersebut dapat berupa penipuan publik, antara lain: memberikan janji-janji kepada peserta didik untuk disalurkan setelah lulus, tetapi ternyata tidak terbukti, pemalsuan dokumen, dan penyalahgunaan izin.

Pengertian Sertifikat Saham

Naili Nikhla Septiyani
@Nayli_Nikhla

Hallo kawan pembacaku, ketemu lagi dengan saya. Kali ini saya akan membahas tentang Sertifikat Saham kawan. Hayooo, ada yang tahukah? Kalau belum yuk kita simak artikel ini. Apa sih Sertifikat Saham itu? Sertifikat saham (stock certificate) adalah dokumen yang merupakan bukti kepemilikan saham di sebuah perusahaan. Biasanya berupa kertas bertanda air (watermark) yang biasanya terukir dengan etsa halus untuk mencegah pemalsuan sertifikatnya kawan. Sertifikat saham menyebutkan jumlah, nilai nominal, dan kelas saham. Kecuali ada pembatasan, pemegang saham dapat menjual sertifikat saham. Sertifikat saham adalah bukti kepemilikan saham di sebuah perusahaan. Dengan Sertifikat saham menunjukkan bahwa pemegang sertifikat saham memiliki kepemilikan atau ekuitas di perusahaan dan mempunyai hak atas perusahaan. Salah satu manfaat tersebut adalah untuk menghadiri rapat umum tahunan, untuk memberikan suara pada proposisi pemegang saham, untuk memilih pengurus perusahaan dan bertanya pada  manajemen perusahaan tentang langkah yang ditempuh dalam mengurus perusahaan. Yuk simak terus ya kawan pembacaku.
Dalam kepemilikan di dalam perusahaan dibagi ke dalam saham dan setiap perusahaan akan memutuskan jumlah dan harga saham yang akan dijual di pasar saham. Ketika seseorang membeli saham atas  perusahaan tersebut,maka akan mendapatkan sebuah sertifikat saham. Itu dia kawan pengertian sedikit tentang Sertifikat Saham. Ada juga beberapa macam saham  yang disediakan oleh perusahaan dan semuanya diwujudkan dalam sertifikat saham.Diantaranya adalah saham biasa, dan saham preferen. Pemegang sertifikat saham biasa mempunyai hak satu suara untuk pemilihan pengurus perusahaan pada rapat umum tahunan. Pemegang sertifikat saham preferen tidak  mempunyai hak memilih pengurus pada rapat umum tahunan tetapi mereka mendapatkan perlakuan istimewa dalam hal lain. Mereka menerima deviden tetap atas saham mereka dan menerima  pembayaran terlebih dahulu. Memiliki sertifikat saham perusahaan yang baik adalah suatu hal yang diidam-idamkan oleh setiap investor,karena dapat mejamin investasi mereka aman dan terlindungi. Gimana kawan? Menarik kan. Hehee

Memiliki saham di sebuah perusahaan dan memegang sertifikat saham adalah cara yang bagus untuk terlibat dalam dunia investasi.Sebelum memutuskan membeli saham perusahaan, sebaiknya kita mencari informasi di pasar saham mengenai perkembangan saham perusahaan tersebut. Oleh karena itu kita harus jeli dan tekun mengamati pasar saham. Apabila kita tidak berhati-hati dalam perdagangan saham,akan mengalami kerugian yang besar. Sebaiknya dalam membeli saham, dibatasi terlebih dahulu,kalau dirasa sudah berpengalaman bisa ditingkatkan volume pembelian saham. Gimana kawan pembacaku, sekarang sudah pada tahu kan? Apa itu Sertifikat Saham. Pasti kalian ingin memilikinya kan? Pelajari dulu ya kawan, jika sudah mengerti boleh kita melakukannya. Sampai disini dulu ya kawan pembacaku. Semoga bermanfaat J

Sekolah Khusus Anak Nakal ?

Nur Rofiqoh
 
Sebagian dari kalian mungkin masih banyak yang belum tau tentang istilah “tuna laras”. Tuna laras diperuntukkan bagi individu yang memiliki hambatan dalam mengontrol emosi dan mengendalikan kontrol sosialnya. Anak- anak penderita tuna laras tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dan memiliki perilaku yang menyimpang dari norma- norma sosialnya. Sehingga anak- anak ini sering disebut sebagai anak nakal oleh orang- orang di sekitarnya. Dan terkadang anak- anak seperti itu dikucilkan dalam pergaulan karena dianggap tidak baik dan dapat menjerumuskan anak- anak lainnya. Ketika di hadapkan dalam pendidikan normal, anak- anak dengan tuna laras memiliki ketidakmampuan dalam belajar, tidak bisa menjalin hubungan yang baik dengan teman- temannya serta gurunya, suka bertingkah laku tidak pantas, dan sellau merasa tertekan atau tidak bahagia.
Untuk mengatasi hal itu, anak- anak dapat belajar di Sekolah Luar Biasa jenis E, dimana sekolah ini dikhususkan untuk anak- anak tuna laras. Sekolah ini untuk anak- anak yang sulit menyesuaikan diri atau untuk anak- anak yang pernah melakukan kejahatan. Baiknya pendidikan ini dimulai sejak anak berumur enam sampai 18 tahun. Untuk SLB E pembelajarannya berfokus pada guru atau Teachered Centered Learning, dimana ada control yang penuh dari guru untuk anak- anak ini. Ketika pembelajaran di kelas, anak- anak ini dijauhkan dari benda- benda yang berbahaya. Selain guru yang bertindak sebagai pengawas, disediakan juga psikolog yang bertugas melakukan therapy emosi untuk anak- anak tersebut.

Guru disini, sebelum melakukan pembelajaran, terlebih dahulu diberikan pelatihan oleh psikolog yang ada kaitannya dengan cara- cara yang efektif digunakan untuk menghadapi anak- anak berkebutuhan khusus. Setelah itu, dalam memberikan pelajaran pada anak- anak tersebut, guru sebisa mungkin membuat suasana yang nyaman bagi anak- anak itu. Untuk kelasnya didesain seperti auditorium. Waktu pembelajarannya lima hari dalam satu minggu. Diharapkan dengan pendidikan ini, anak- anak penyandang tuna laras nantinya dapat berbaur dengan masyarakat luas dan memiliki masa depan yang lebih baik layaknya anak- anak normal lainnya.